Sabtu, Maret 22, 2008

Handphone, Internet dan Keledai

Apa hubungannya handphone, internet dan keledai? Entahlah! Yang saya tahu, dengan adanya handphone dan layanan internet seperti email wa'ala alihi wa ashabihi ajma'in, tiba-tiba nama hewan ini menjadi lebih sering muncul. Situs jejaring sosial seperti Facebook yang sedang mewabah dan layanan obrolan on line seperti Yahoo Messenger yang terus mempercantik diri menjadi lahan subur  bagi benih-benih popularitas hewan pemilik suara yang 'aduhai' ini. Manusia, silih berganti, setiap hari, mencantumkan namanya saat menggunakan layanan-layanan tersebut. Banyak dari mereka yang terbiasa mengawali SMS, komentar, tesimonial atau email dengan nama hewan ini : "Ass".




Kata "ass" dalam Formal English berarti keledai, sedang dalam Slang English berarti bagian belakang tubuh manusia di bawah punggung alias (maaf) pantat. Dalam Slang English, seperti yang biasa kita saksikan di film-film, ketiga huruf diatas biasanya diucapkan untuk mengekspresikan cacian dan makian atau ungkapan-ungkapan tidak baik lainnya. Saya tidak tahu apakah mereka yang terbiasa mengawali pesannya dengan kata ini menyadari hal ini atau tidak.

OK lah kalau mereka beralasan bahwa karakter sms terbatas, hanya 160. Jadi, mereka 'dipaksa' untuk menyingkat dan menghemat kata. Namanya juga SMS; Short Message Service. Tapi, dari sekian ribu kata, sekian juta aksara dari berbagai macam bahasa, apakah tidak ada pilihan yang lebih baik? Dalam hal ini, saya menawarkan 5 huruf: S, A, L, A, M = salam. Kalau tawaran saya terlalu tinggi, saya kurangi menjadi hanya tiga huruf saja; S, L, M = slm. "Salam" atau "slm" menurut saya sudah cukup mewakili dan cukup bisa dimengerti.

"Slm" dan "Ass" sama-sama digunakan untuk menyingkat salamnya umat islam; Assalamu'alaikum. Sama-sama terdiri dari tiga karakter, tapi saya lebih memilih "slm" daripada "Ass", lebih adem, lebih enak dilihat dan lebih sesuai untuk dijadikan singkatan dari salam. Karena kalau kita merujuk kepada bahasa Arab, Rasulullah saw sendiri menamakan kalimat Assalamu'alaikum dengan sebutan 'salam'. Maka ketika kata 'salam' disebutkan, orang sudah paham bahwa yang dimaksud adalah kalimat 'Assalamu'alaikum' atau lengkapnya 'Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh'. Orang Arab sendiri, ketika mengakhiri percakapan via telepon sering mengucapkan kata 'salam' saja tanpa awalan As dan tambahan 'alaikum.


Dalam menulis email tentu saja alasan keterbatasan karakter tidak bisa diterima. Saya sering membaca postingan yang panjang-panjang di beberapa milist. Bagus-bagus dan ilmiah. Sayangnya, banyak yang diawali dengan "Ass". Saya jadi bingung, postingannya panjang sekali, berparagraf-paragraf, tapi mengapa untuk menulis Assalamu'alaikum yang hanya 16 karakter saja tidak bisa? Mengapa mereka yang jauh lebih pintar dan lebih alim dari saya lebih memilih "Ass" sebagai greeting?


Saya tahu, dalam hati mereka tidak berniat menganggap siapapun yang membaca email atau sms mereka sebagai keledai apalagi p****t. Tapi jika yang membaca kebetulan orang Inggris, atau paling tidak yang mengerti bahasa Inggris? Saya misalnya, waktu pertama kali mengenal hp dulu, ketika membaca sms pertama dari seorang teman, saya sama sekali tidak mengerti apa maksudnya menulis "Ass". Karena saya orang Indonesia yang sedikit mengerti bahasa Inggris maka saya sempat heran. Dalam bahasa Indonesia saya belum pernah mendengar kata "Ass", sementara dalam bahasa Inggris artinya demikian. Belakangan baru saya ketahui bahwa ketiga huruf itu dimaksudkan untuk menyingkat Assalamu'alaikum. Maka, menurut saya masalahnya bukan berniat atau tidaknya yang menulis, tapi apa yang ditulis dan siapa yang membaca.


Saya sempat berimajinasi, dan ini mungkin saja terjadi, bahwa ada seorang turis Amerika atau Inggris baru kembali ke negaranya setelah berbulan-bulan melakukan penelitian atau kunjungan wisata di Indonesia. Turis tersebut kebetulan adalah seorang dosen atau guru. Di sela-sela perkuliahan yang serius dia ingin membuat lelucon kecil, dia bilang:
Ada sebuah fakta unik dan menarik yang saya dapati di komunitas muslim Indonesia. Mereka terbiasa mengawali email atau pesan singkat mereka dengan kata "Ass" yang dalam bahasa kita artinya adalah 'keledai' atau 'p****t'. Menurut informasi yang saya peroleh, kata "Ass" yang mereka gunakan di sini maksudnya kira-kira sama dengan 'Hi' (hai) atau good morning etc...
Saya membayangkan situasi saat itu, seisi kelas kontan saja tertawa. Mereka tentu merasa geli dan lucu. Na'uzubillah kalau sampai ada di antara mereka yang menganggap kita bodoh. Tapi, mudah-mudahan itu hanya ada di dalam alam khayal saya. Mudah-mudahan itu tidak pernah terjadi dan tidak akan. Semoga.











Share:

0 comments:

Posting Komentar