Jumat, November 14, 2008

Sekilas Tentang Al Azhar

Sudah menjadi suatu kaidah tak tertulis bahwa peradaban Islam di suatu daerah selalu dikaitkan dengan peran mesjid jami’ (mesjid negara) di kawasan tersebut. Hal ini mungkin diilhami dari kerja nyata Rasulullah saw. ketika hijrah ke Madinah. Tugas pertama yang beliau lakukan adalah membangun mesjid Nabawi. Ini menandakan peran mesjid yang tidak hanya terbatas pada kegiatan ritual semata. Tapi lebih dari itu, mesjid adalah sentral pemerintah Islam, sarana pendidikan, mahkamah, tempat mengeluarkan fatwa dan sebagainya.

Perjalanan panjang al-Azhar yang kini menjelang usia 1025 tahun perhitungan masehi atau 1056 tahun penanggalan hijryah memang menarik disimak. Sejak dibangun pertama kali pada 24 Jumadil Awal 359 H. (970 M.) oleh panglima Jauhar ash-Siqilli lalu dibuka resmi dan shalat Jum’at bersama pada 7 Ramadhan 361 H., lembaga besar yang mulanya sebuah mesjid ini bagai tak pernah lelah membidani kelahiran para ulama dan cendekiawan muslim. “Mesjid sekaligus institusi pendidikan tertua”, itulah penghargaan sejarah buatnya.

Awal berdiri:
24 Jumadil Awal tahun 359 H. (970 M.)

Pendiri:
Juhar ash-Siqilli

Peresmian:
7 Ramadhan 361 H

Penggagas Waqaf:
Al-Hakim bin Amrillah

Pengajar pertama:
Qadhil Qudhah Abul Hasan Ali bin Nu’man al-Qairawani

Direktur Pertama:
Bahadir at-Thawasyi

Syeikh al-Azhar I:
Syeikh Muhammad al-Khuraasyi

Pengubah orientasi dari Syiah Ke Sunni:
Shalahuddin al-Ayyubi

Lembaga-Lembaga al-Azhar:
1. Universitas al-Azhar
2. Lembaga Pendidikan Dasar dan Menengah (al-Ma’ahid al-Azhariyah)
3. Lembaga Riset Islam
4. Biro Kebudayaan dan Misi Islam
5. Majlis Tinggi al-Azhar
6. Dewan Tinggi Ulama
7. Hai’ah Ighatsah al-Islamiyah

Fakultas-Fakultas Agama di Universitas al-Azhar:
1. Syariah wal Qanun
2. Ushuluddin
3. Bahasa Arab
4. Dirasat Islamiyah wal ‘Arabiah
5. Dakwah Islamiah

Fakultas-Fakultas Umum (‘Ilmi) di Universitas al-Azhar:
1. Kedokteran (Putra/i)
2. Perdagangan (Putra/i)
3. Farmasi (Putra/i)
4. Kedokteran Gigi (Putra)
5. Pertanian (Putra)
6. Tehnik (Putra)
7. Bahasa Arab dan Terjemah (Putra)
8. Ilmu Pasti (Putra/i)
9. Tarbiyah (Putra)
10. Studi Kemanusian (Putri)
a. Bidang Humaniora
b. Bidang Bahasa Eropa dan Terjemah Langsung
c. Bidang Bahasa Timur
d. Bidang Manuskrip, Perpustakaan dan Informasi
e. Bidang Tarbiyah

Syekh al-Azhar dalam sejarah:

Jumlah keseluruhan sejak tahun 1685 M. hingga sekarang 40 orang, diantaranya :
1. Syekh Muhammad al-Khuraasyi (1601-1690 M.)
2. Syek Ibrahim al-Barmawy (1690 M.)
3. Syekh Muhammad Syunan (1131 M.)
4. Syekh Hassunah an-Nawawy (1896 M.)
5. Syekh Muhammad Musthafa al-Maraghi (1928 M.)
6.Syekh Musthafa Abdur Raziq (1945 M.)
7. Syekh Muhammad Syaltout (1958 M.)
8. Syekh Abdul Halim Mahmud (1973 M.)
9. Syekh Gad el-Haq Ali Qad el-Haq (1982 M.)
10. Syekh DR. Sayyid Muhammad Thanthawi (1996 M.)
11. Syekh DR. Ahmad Thayyib (sekarang)

Rektor Universitas al-Azhar sejak tahun 1961 M. hingga sekarang berjumlah 10 orang, diantaranya:
1. Prof. DR. Muhammad ‘Amir Al-Bahy Qarqar (1961 M.)
2. Prof. DR. Badawwy Abdul Lathif ‘Awadh (1974 M.)
3. Prof. DR. Abdul Fatah Husainy as-Syeikh (1982 M.)
4. Prof. DR. Ahmad Omar Hasyim (1995 M.)
5. Prof. DR. Ahmad Thayyib
6. Prof. DR. Usamah El-'Abd
7. Prof. DR. Abdul Hayy 'Azb
8. Prof. DR. Ibrahim Al-Hud Hud 


(Panduan Ke Mesir dan Al-Azhar, diterbitkan oleh Keluarga Mahasiswa Aceh (KMA), 1997)
Share:

0 comments:

Posting Komentar