Sabtu, Desember 06, 2008

Islam Penyebab Kemunduran Kaum Muslimin?

ترك الغرب الدين الخاطئ فتقدموا، و ترك المسلمون الدين الصحيح فتخلفوا
"Barat meninggalkan agama yang salah, maka mereka maju. Sedang umat islam meninggalkan agama yang benar, maka mereka tertinggal."
-Dr. Mahmoud Husein, dosen Akidah dan Filsafat Universitas al Azhar-


Fakta-fakta historis telah menjelaskan kepada kita secara gamblang bagaimana Islam, hanya dalam kurun waktu yang terbilang cepat setelah awal kemunculannya, mampu membangun sebuah peradaban yang merupakan peradaban terpanjang dalam sejarah. Warisan khazanah keilmuan yang ditinggalkan generasi pendahulu umat islam di berbagai disiplin keilmuan dan seni, serta ribuan judul literatur arab-islam yang tersimpan di berbagai perpustakaan di seluruh dunia, sampai sekarang masih menjadi saksi sejarah akan prestasi yang pernah dicapai peradaban islam. Ditambah lagi dengan peninggalan-peninggalan sejarah yang tersebar di seantero ‘alam islami yang membuktikan tingginya pencapaian peradaban islam dalam bidang seni.
 
Hingga hari ini Eropa menjadi saksi akan kemegahan peradaban islam di Andalusia dan peninggalan-peninggalannya. Eropa sendiri sukses menggarap proyek penerjemahan karya-karya para ilmuwan muslim pada abad ke 12 dan 13, yang kemudian hasilnya mereka jadikan asas peradaban mereka yang modern.
 
Tak heran, karena al Qur’an sendiri-sebagai acuan utama umat islam-memberikan penghargaan yang amat tinggi untuk ilmu pengetahuan dah ilmuwan, disamping selalu mengajak pembacanya untuk terus menerus memperhatikan dan mempelajari alam semesta serta memakmurkan bumi. Lima ayat dari wahyu Allah swt. yang pertama kali turun kepada Muhammad saw. juga mengisyaratkan urgensi ilmu, membaca dan memperhatikan. Hal ini sudah dipahami dan disadari oleh umat islam sejak awal. Maka keterbukaan islam untuk kemajuan peradaban dengan pengertiannya yang komprehensif, baik secara materi maupun nonmateri, sebenarnya tidak perlu dipertanyakan lagi.
 
Islam tidak bisa dijadikan kambing hitam atas ketertinggalan kaum muslimin saat ini, karena islam pada hakikatnya anti ketertinggalan dengan segala bentuknya. Ketika umat islam tertinggal atau gagal memahami hakikat ajaran islam, mereka otomatis akan tertinggal dalam berbagai aspek kehidupan. Almarhum Malik ibn Nabi, pemikir islam asal al Jazair, mengatakan: “Ketertinggalan yang dialami kaum muslimin saat ini sama sekali bukan disebabkan oleh islam. Ketertinggalan ini merupakan ganjaran setimpal untuk umat islam karena meninggalkan islam, bukan karena mereka berpegang teguh padanya seperti anggapan orang-orang yang tidak tahu selama ini.” Maka, ketertinggalan ini sama sekali tidak ada sangkut pautnya dengan islam.
 
Islam masih dan akan terus terbuka untuk perkembangan dan kemajuan yang mebawa maslahat bagi umat manusia. Jika umat islam menyelidiki kembali masalah ini, mereka tidak akan menemukan islam termasuk dalam daftar penyebab ketertinggalan yang sedang melanda mereka. Terdapat beberapa faktor eksternal yang sebagian besarnya berkaitan erat dengan masa-masa penjajahan yang menghambat negara-negara islam untuk melakukan gerakan-gerakan positif. Hal ini- disamping beberapa faktor internal-menyebabkan umat islam lupa akan faktor-faktor positif yang dapat memicu pertumbuhan dan kemajuan islam.
 
Islam tidak bisa dicampuradukkan dengan kondisi ‘alam islami saat ini. Keterbelakangan yang sedang dialami umat islam saat ini hanya merupakan sebuah fase dari sejarah mereka, dan ini tidak berarti bahwa mereka akan tetap terus dalam keadaan tersebut selamanya. Islam juga tidak bisa dituduh sebagai biang dari keterbelakangan ini, sebagaimana agama Kristen juga tidak bisa dijadikan dalang keterbelakangan negara-negara amerika latin. Sesuai dengan amanat ilmiah, maka penilaian akan posisi islam terhadap peradaban dan kemajuan harus berdasarkan penelitian tematik diiringi dengan semangat kesadaran dan pemahaman akan pilar-pilar utama agama islam. Penilaian tersebut tidak bisa diterima jika hanya berdasarkan isu serta tuduhan-tuduhan tak berdasar yang tidak ada hubungannya dengan kenyataan.
 
Dr. Hamdy Zaqzouq, Haqâiqul Islâm fî Muwâjahati Syubuhâtil Musyakkikîn, cetakan ke 4, hal. 242-244, al Majlis al A’la lisy Syu’ûnil Islâmiyyah, Kairo 2006.
Share:

1 komentar:

  1. Islam akan jaya dengan apa yang dahulu membuatnya menjadi jaya. Yakni dengan berislam, sebagaimana rasulullah dan para sahabatnya berislam pada waktu itu. Tidak ditambah ataupun dikurangi.

    BalasHapus