Minggu, Februari 08, 2009

Bolehkah Minum Berdiri?

Minum berdiri tidak boleh? Masak sih? Kalau makan bagaimana?

Dulu, waktu saya masih nyantri di pondok, di antara hadis yang pertama kali diajarkan guru-guru saya adalah hadis larangan minum berdiri. Bunyinya, "La yasyrabanna ahadukum qaiman", singkat dan amat mudah dihafal. Hadis ini juga sering sekali diulang-ulang oleh Kiyai saya dalam berbagai kesempatan. Sehingga lambat laun saya jadi beranggapan bahwa orang yang minum berdiri adalah sama dengan orang yang melakukan dosa besar. Saya juga tidak segan-segan menegur teman atau saudara saya yang kedapatan minum berdiri. Tak jarang saya didebat. Tapi keyakinan saya begitu kuat, karenanya saya tidak pernah mau kalah. Memang saat itu saya belum belajar banyak tentang perbedaan pendapat terutama dalam fikih.

Waktu itu, saya hanya diajari untuk mengiyakan saja apa yang disampaikan guru. Tidak pernah terpikir untuk menyelidiki lebih dalam atau mengkritisi. Sampai akhirnya, suatu ketika terbesit dalam hati saya keinginan yang amat kuat untuk mempertanyakan keabsolutan larangan ini. Apakah larangan minum berdiri ini sudah final, tidak bisa ditawar lagi? Apakah derajat larangan dalam hadis ini sama dengan derajat larangan minum khamr? Mengingat verba yang ada dalam hadis ini dibubuhi nun taukid tsaqilah (yasyrabanna) yang menunjukkan penekanan yang sangat. Kalau ya, rasanya akal saya sangat sulit untuk menerimanya.

Hal ini memaksa saya untuk menggali langsung dari sumbernya. Kebetulan waktu itu buku referensi yang paling dekat dan paling mudah dijangkau adalah Riydhus Salihin-nya al Imam al Nawawi. Syukur, al Nawawi memang memuat pembahasan tentang hal ini dalam satu bab khusus yang beliau beri nama : "Bab Tentang Bolehnya Minum Berdiri, dan Keterangan Bahwa Cara yang Lebih Baik dan Sempurna Adalah dengan Duduk." Dari judulnya tentu kita sudah tahu, tapi untuk memahami letak permasalahannya saya sertakan hadis-hadis yang dimuat dalam bab tersebut:

Hadis pertama

و عن ابن عباس رضي الله عنهما قال : سقيت رسول الله صلى الله عليه وسلم من زمزم، فشرب وهو قائم - متفق عليه

Diriwayatkan dari Ibnu Abbâs bahwa ia berkata : "Aku memberi minum Rasulullah saw. dari air zamzam, lalu Rasulullah saw meminumnya sambil berdiri. (1)


Hadis kedua
و عن النزال بن سبرة رضي الله عنهما قال : أتى علي رضي الله عنه باب الرحبة فشرب قائما، وقال : إني رأيت رسول الله صلى الله عليه و سلم فعل كما رأيتموني فعلت - رواه البخاري

Diriwayatkan dari al Nazzâl ibn Subrah bahwasanya Ali ibn Abi Thâlib datang ke pintu ruangan luar masjid lalu ia minum sambil berdiri, dan ia (Ali) berkata : "Sesungguhnya aku melihat Rasulullah saw. berbuat seperti ini." (Minum berdiri) (2)


Hadis ketiga
وعن ابن عمر رضي الله عنهما قال : كنا نأكل على عهد رسول الله صلى الله عليه و سلم و نحن نمشي، و نشرب و نحن قيام - رواه الترمذي وقال حديث حسن صحيح

Ibnu Umar berkata : "Semasa Rasulullah saw. masih hidup, kami makan sambil berjalan dan kami minum sambil berdiri." (3)


Hadis keempat
و عن عمرو بن شعيب عن أبيه عن جده رضي الله عنه قال : رأيت رسول الله صلى الله عليه و سلم يشرب قائما و قاعدا - رواه الترمذي وقال حديث حسن صحيح

Amru ibn Syu'aib meriwayatkan dari ayahnya bahwa kakeknya berkata : "Aku melihat Rasulullah saw minum terkadang sambil berdiri dan terkadang sambil duduk." (4)


Hadis kelima

و عن أنس رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه و سلم أنه نهى أن يشرب الرجل قائما. قال قتادة : فقلنا لأنس : فالأكل؟ قال : ذلك أشر أو أبخث - رواه مسلم

Anas meriwayatkan dari Rasulullah saw. bahwa beliau melarang orang untuk mimum sambil berdiri. Qatâdah bekata, "Lalu kami bertanya pada Anas : bagaimana dengan makan?" Anas menjawab : "Itu lebih buruk atau lebih jelek" (5)

Hadis keenam

وعن أبي هريرة رضي الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : لا يشربن أحد منكم قائما، فمن نسي فليستلقئ - رواه مسلم

Abu Hurairah mengatakan bahwa Rasulullah saw. bersabda : "Janganlah seorang dari kalian minum sambil berdiri, dan barang siapa yang lupa hendaklah ia memuntahkannya."

Setelah mengamati hadis-hadis di atas, dapat disimpulkan bahwa larangan dalam hadis kelima dan keenam bukanlah menunjukkan bahwa minum berdiri itu haram. Tapi untuk menunjukkan bahwa cara yang lebih baik dan lebih sempurna adalah dengan duduk. Adapun hadis-hadis yang menyatakan bahwa Rasulullah saw. minum berdiri, menurut sebagian ulama, tidak menunjukkan bahwa Rasulullah saw. terus-menerus minum berdiri. Pendapat ini diperkuat oleh hadis keempat. Dikatakan juga bahwa Rasulullah saw. minum berdiri hanya ketika kondisi tidak memungkinkan beliau untuk duduk, misalnya di tengah keramaian pasar.


Mengapa duduk lebih baik?

Menurut beberapa dokter, posisi yang paling baik dan paling sehat saat kita makan atau minum adalah duduk. Karena pada saat duduk, makanan bisa masuk ke dalam perut kita dengan perlahan dan lembut. Hal ini tidak terjadi ketika kita berdiri, sebab cairan yang kita minum langsung jatuh menghantam dasar lambung. Apabila hal ini terus menerus berlangsung maka akan dapat mengakibatkan mengendur/turunnya lambung yang akhirnya menimbulkan masalah pada pencernaan. Keterangan detil tentang masalah minum berdiri ditinjau dari segi kesehatan bisa dilihat di sini.

____________________

1. Sahih Bukhari, 1634, bab Haji dan Sahih Muslim, 2027, bab Minuman. ٍٍٍٍٍٍSahih.
2. Sahih Bukhari, 5615, bab Minuman. Sahih.
3. Sahih menurut al Albany, al Misykat 4275.
4. Sahih Muslim, 2024, bab Minuman.
5. Sahih Muslim, 2026, bab Minuman.



Share:

5 komentar:

  1. Blog Sayyid berkualitas euy!

    BalasHapus
  2. dulu pernah baca. kalo umar berkata " makan sambil duduk, kalo minum sambil berdiri"
    wallohu a'lam

    BalasHapus
  3. Just share nih bro...
    Kmr sy dp teguran dr teman ketika sy minum smbil berdiri...
    dg entengnya sy jawab "ah..itu kan masalah adab...klo yg sy tahu jelas g bolehnya tu minum n makan dg tgn kiri pdhl tdk kidal"
    (kbtulan bad habit tmn sy yg blm hlg adalah lupa klo tlah mkna/mnum dg tgn kiri)
    *bergayalah sy spt ust mbrikan pnjlasn dsrtai ayat n hadis...
    kmd tmn sy tanya klo hadis nya boleh minum ma brdiri????
    *$@#%* TOENG!!!!Sy cari dulu ya...jwb sy smbil mringis :D
    Disini kutemukan.....senangnya....Arigatou Senpai...:D
    Wah panjang juga ya comment q...
    Gomen ne....
    Kazumi ^ ^

    BalasHapus
  4. Saya suka "Toeng!!!"nya... wkwkwkwkwk... apalagi kalo ditambahin "Prikitiwww!!!" ..pasti seru.. =))

    "Senpai"? Kazumi Alumni Gontor juga?

    Kazumi: "Arigato."
    Sayyid: "Kembali kasih."

    Kazumi: "Gomen ne..."
    Sayyid: "Gak papa, panjang2 aja. Ntar kalo bisa nulis komen sampe 2 meter, dapat kulkas!" :))

    Punya blog gak?

    BalasHapus
  5. *lempar sayid pake krupuk
    Wong kebingungan wal keki koq diketawain…huh… :nottalking:
    *jah disini symbol juga g brfungsi :(
    Sudah jd kebiasaan sy memanggil senpai thd org2 yg telah memberi saya pencerahan,so bukan berarti sy alumnus Gontor.
    Ada blog sih..tp udah already doesn’t active…hehe..so..smntara masih pngembara yg blokwalking kemana2
    Kazumi ^ ^

    BalasHapus