Senin, Juni 20, 2011

Cara Instal Linux Mint 9

Tutorial berikut akan memandu Anda menginstal Linux Mint 9 aka Isadora dual booting dengan Windows 7. 


Linux Mint 9 dikenal juga dengan nama "Isadora". Para pembuat Linux Mint memberi code name  atau alias pada setiap versi Linux Mint mengikuti urutan huruf alfabet. Uniknya, setiap versi diberi nama wanita: Helena, Isadora, Julia, Katya dst. 

Linux Mint 9 adalah versi LTS (Long Term Support), artinya versi ini akan didukung, dikawal dan diperhatikan sampai April 2013.


Sebelum menginstal, pastikan bahwa:

  • Anda lebih baik memiliki back up atau salinan data-data di komputer/laptop Anda [saya sendiri tidak pernah mem back up karena belum pernah mengalami "kecelakaan" yang mengakibatkan kehilangan semua isi hard disk]. 
  • Anda sudah menyiapkan partisi khusus untuk Linux Mint seperti yang diterangkan di artikel ini.
  • Komputer Anda tersambung ke internet.
  • Anda sudah memiliki fail ISO Linux Mint baik yang sudah dibakar (burn) di DVD/CD atau Flashdisk.
  • Anda bisa mengikuti setiap langkah tutorial berikut dengan cermat (salah klik bisa berakibat fatal)



Instalasi

1. Masukkan CD/DVD ke DVD-Rom - masukkan Flashdisk.

2. Pilih CD/DVD-Rom atau Flashdisk sebagai first boot, atau primary atau media booting utama atau apalah namanya. Untuk komputer, masuk ke BIOS (tekan "Delete", "Space", "Backspace" atau apalah--tergantung merek komputer). Untuk laptop, biasanya F12 atau F2.

3. Biarkan komputer booting, mungkin akan memakan waktu 3-10 menit, tergantung kualitas komputer. Bila sudah berhasil booting tampilan layar akan berbentuk seperti ini:


Linux Mint 9 full screen
gambar 1
5. Bila ada pop up window "Restricted drivers available" abaikan saja dulu. Percuma menginstalnya sekarang.


Restricted drivers available
gambar 2


6. Salah satu kelebihan Linux dibanding Windows adalah Linux bisa dijalankan cukup dari CD/DVD instalasi. Fitur ini dikenal dengan live CD, jadi Anda bisa melakukan test drive sebelum benar-benar menginstal Linux Mint. Karena itu juga, Anda bisa menginstal sambil mengoperasikan Linux dalam waktu yang bersamaan. Jadi, Anda tetap bisa membaca tutorial ini dan berselancar di internet saat menginstal nanti.


Live CD aka test drive Linux Mint 9
gambar 3




7. Buka (open; double klick) ikon Install Linux Mint yang ada di desktop, akan muncul jendela baru yakni jendela instalasi. Langkah pertama, Anda memilih bahasa utama Linux Mint Anda. Saya lebih memilih bahasa Inggris. Pilihan bahasa Indonesia juga tersedia. Klik  "Forward".


Select language
gambar 4
8. Selanjutnya Linux Mint akan mencoba mendeteksi lokasi dan menyesuaikan jam di komputer Anda. Biarkan. 


Setting up the clock
gambar 5
9. Pilih lokasi di mana Anda berada. Pertama tentukan region/benua, lalu pilih negara. Klik "Forward".


Select location
gambar 6
10. Selanjutnya, kita memilih keyboard layout.




Select keyboard
gambar 7
Anda juga bisa mencoba keyboard di kotak kosong [ditunjuk tanda panah] untuk memastikan lay out keyboard. Klik "Forward" untuk lanjut.


11. Selanjutnya, kita akan memilih metode instalasi Linux Mint:


gambar 8


Klik opsi "Specify partitions manually (advanced)", setelah diklik, tampilan akan menjadi seperti ini:




gambar 9


Klik "Forward" untuk lanjut.




12. Di jendela berikut, klik free space yang sudah kita sediakan sebelumnya. Lalu klik "Add".
gambar 10




Free space yang ada akan dibagi menjadi tiga: swap area, file system dan home. Swap berfungsi seperti RAM di komputer. Pada komputer jadul, ukuran swap biasanya dua kali lipat ukuran RAM komputer kita. Saat ini, ukuran swap boleh setara dengan ukuran RAM, bahkan bila RAM di komputer Anda besar, space untuk swap bisa lebih diperkecil. Di laptop saya yang memiliki RAM 4 GB, swap 512 MB boleh, 1 GB boleh, 1,5 GB cukup, 2 GB oke. Terserah. Swap nantinya jarang dipakai, kecuali kalau Anda sering meng-hibernate komputer. 

create swap partition
gambar 11



Sesuaikan dengan gambar: pilih primary, 2000 (MB) atau terserah, swap area, lalu klik ok.


13. Setelah itu kita akan dibawa kembali ke tampilan partisi [gambar 10]. Tadi kita sudah mengambil 2 GB untuk swap, berarti masih ada sisa sekitar 18 GB. Bila berjalan normal, maka sisa yang 18 GB akan berstatus "free space" dan masih bisa dibentuk. Maka, lanjut klik "free space" dan "Add".

Namun bila ternyata sisa partisi berstatus "unusable", berarti Anda memiliki lebih dari 4 partisi utama (primary partition) di komputer Anda, dan itu "tidak bisssssa!"  
Cara paling gampang mengatasinya adalah: klik partisi "swap area" yang baru selesai dibuat, kemudian "Delete"! Ulangi lagi membuat partisi "swap area" seperti langkah di atas, tetapi ganti pilihan dari "primary" menjadi "logical". Saya beberapa waktu sempat memakai partisi "logical" dan tidak mendapat masalah.

Sependek pengetahuan saya, swap dan file system di Linux memang baiknya menggunakan label "primary". Tetapi, entahlah... saya pakai "logical", tak ada masalah. :)

14. Buat tempat file system (/), tempat Linux bekerja. Partisi untuk (/) harus banyak. Misal, bila saya memiliki 10 GB, maka saya akan bagi: 1,5 untuk swap, 6 GB untuk (/) dan 2,5 GB untuk home. Atau, seperti di tutorial ini, saya punya 20 GB 974 MB, maka saya bagi: 2 GB untuk swap, 12 GB "/" dan 6,974 GB untuk "home". Silakan diatur sendiri sesuai selera dan kebutuhan. 

create / partition
gambar 12
Pada kotak "Use as", kita memilih ext3, bila tanda panah opsi diklik, akan muncul format-format lain. Linux Mint 9 memilih ext3 sebagai default kalau tidak salah. Sementara Linux Mint 10 dan 11 sudah menggunakan ext4. Ext4 adalah versi upgrade dari ext3, seperti Windows 7 adalah upgrade dari Windows Vista. Anggap saja begitu. :)

Di kotak "Mount point" pilih tanda "/" (klik tanda panah opsi roll ).


15. Buat partisi "home".

create home partition
gambar 13
Klik "Forward" untuk lanjut.



16. Isi nama, login name, password, dan opsi login:

gambar 14
"Log in automatically" : Anda masuk/log in tanpa harus mengetik password. Opsi ini cara masuk paling cepat.

"Require my password to log in" : Anda harus mengetik password setiap kali login.

"Require my password to log in and to decrypt my home folder" : ini opsi paling repot, namun paling aman. Karena semuanya di-password. :) Klik "Forward" untuk lanjut".


17. Konfirmasi untuk menginstal. Klik "Install" untuk mulai.

gambar 15


18. Proses instalasi mulai. Ini akan memakan waktu 10 - 20 menit, tergantung kualitas komputer dan kecepatan koneksi internet Anda. Tunggu sampai selesai.

Installing Linux Mint 9
gambar 16

19. Bila instalasi sudah selesai, akan muncul jendela seperti ini:

Installation complete
gambar 17

Klik "Restart Now" untuk menyelesaikan proses instalasi Linux dan mulai ngelinux.  :)

20. Tada! Linux Mint 9 siap dipakai!

welcome to Linux Mint 9 - gambar 18
21. Start menu:

Start menu - gambar 19
Klik di kotak "Filter" untuk mencari program yang ingin dijalankan. Start menu yang sering disebut "Mint menu" ini merupakan salah satu daya tarik Linux Mint.


22. Start menu "All aplication" dan "Favorites"

Start menu All applications - gambar 20
Semua program sudah dikelompokkan berdasarkan kategori masing-masing. Semua codec multimedia sudah terinstal, office, browser, messenger client dsb sudah terinsal. 

Klik "Quit" (tombol merah di atas "Mint menu") untuk opsi restart, shutdown atau hibernate. 




Share:

18 komentar:

  1. Mantaaaaaabbb linux nya bening.... ganti ah dari ubuntu ke linux mint mbak julia :)

    BalasHapus
  2. Yoi, apalagi kalau dah dimodif...jadi makin bening... maknyusss! :D

    BalasHapus
  3. Saya uda pake linux mint 12 tp software centernya namanya apa ya? hehe maklum newbie... mampir ke blog q ya bang kalo udah ada jawabannya :)

    BalasHapus
  4. kalo install nya pake harddisk bisa gg gan........! dtunggu jwabannya

    BalasHapus
  5. Mahasin: pake hardis gimana, gan? Ane taunya pake cd/dvd plus CD/DVDRom atau flashdisk.
    Pake hardis eksternal & lan mungkin bisa, tapi ane gak tau gan... cari tutorialnya aja di google. :D

    BalasHapus
  6. master gimana kalau partisi homenya ngak dibuat.
    jadi hanya ada dua partisi yaitu swap sama filesystem.
    apa kayak gitu diperbolehkan?

    BalasHapus
  7. Jangan panggil Master, ane juga masih newbie. "/home" itu seperti "My Documents" di Windows, tempat fail-fail user disimpan. Kalau "/home" tidak dibuat, fail-fail user akan masuk ke "/" atau root (file system).

    Untuk pemula seperti saya, saya sarankan buat saja partisi terpisah untuk "/home", biar gak repot. Tapi kalau space hardis mepet, ya gak papa, "/home" gak usah dibikin. :)

    BalasHapus
  8. Haduhhh,,, Linux mint udah diinstal dual booting ama windows Xp, tapi pilihan OS pd saat booting gak ada, langsung nylononh ke windosws, gimana mengatasinya, baru pertama pake nih. Gak tau tutorial yang pake sudo-sudo an.

    BalasHapus
  9. kalo /home gak dibuat, akan dibuat otomatis oleh system,
    hanya saja besarnya partisi /home akan ditentukan oleh system, bukan oleh kita.

    BalasHapus
  10. Kang mau nanya...
    gmna klo gk terhubung ke internet.???

    BalasHapus
  11. Maaf saya numpang tanya2 tentang LinuxMint12...

    Saya sudah banyak membaca tentang tutorial menjadikan flashdisk menjadi bootable untuk Installasi LinuxMint12, tetapi yg saya bingungkan fungsi dari bootable ke FD itu hanya sebagai pengganti CD/DVD untuk mengintal Linux? Apakah tidak bisa menginstal OS LinuxMint12 ke Flashdisk? atau memang hanya bisa di install ke harddisk?

    Soalnya saya lebih prefer Install LinuxMint ke FD saya yg 8 GB, ketimbang harus dualbooting Windows XP dan LinuxMint12, soalnya takut crash juga heheh ^^

    Terimakasih mohon pencerahannya :)

    BalasHapus
  12. kalau misalnya, ngistal linux mint tanpa koneksi internet bisa nggak..???

    BalasHapus
  13. gan.. bisa maen game punya windows engga ?
    kayak empire total war maen game lainnya ?

    BalasHapus
  14. Maaf, baru bisa buka blog sekarang. :)
    Anonim 11: saya belum pernah nyoba nginstal linux mint tanpa internet. Yang jelas, saat menginstal, instruksi dari linux mint sendiri: komputer/laptop yang mau diinstal linux mint harus konek internet. Maaf, saya belum ada waktu untuk mencoba, silakan coba sendiri. Kalau tidak mau berakibat fatal, silakan instal via mesin virtual seperti Virtual Box dll.

    Oya, ada beberapa distro linux yang bisa diinstal tanpa harus tersambung ke internet. Contohnya Sabili (Ubuntu Muslim Edition), tapi file isonya gede. :)

    Anonim 12: Saya belum pernah nyoba juga menjadikan flash drive sebagai penyimpan sistem operasi yang sudah diinstal. Kalau hardisk, saya sudah coba dan bisa. Tapi soal flash, mungkin bisa ditanyakan ke yang lebih expert. Saya sudah coba tanya ke Om Google, tapi belum nemu jawabannya. Saran saya, mending instal aja lewat Virtual Box. Lebih aman dan no crash. :)

    Anonim 13: idem dengan anonim 11.

    Khairul Sani:
    Susah gan... bisa sih bisa, pake "pihak ketiga"..namanya Wine...tapi tidak maksimal. Bisa maksimal tapi caranya agak ribet, saya gak ngerti, pernah ada teman yang nyoba, tapi ya itu tadi...agak rumit. :)

    Linux punya game sendiri. Oke-oke juga. :)

    BalasHapus
  15. thanks tutorialnya

    BalasHapus
  16. parunten kang...
    kalo instal mint tapi pake koneksi modem broadband
    itu bisa ?
    terima kasih infonya
    sukses selalu kang

    BalasHapus
  17. maap baru bisa balas sekarang...
    pake modem bisa, tapi harus kenceng...
    saya dah pernah nyoba pake modem Indonesia...

    BalasHapus