Senin, Juli 29, 2013

Profil Institut Riset dan Studi Arab (IRSA)


Institute of Arab Research and Studies (IARS)
Institut Riset dan Studi Arab (IRSA)
معهد البحوث والدراسات العربية
التابع للمنظمة العربية للتربية والثقافة والعلوم (ALECSO)






A. Sejarah singkat


IRSA didirikan para 29 September 1952 (61 tahun yang lalu) berdasarkan keputusan Majelis Liga Arab, meski aktivitas akademik baru benar-benar berjalan pada 1 November 1953 di lembaga ini. 


Pada tahun 1970, Arab League Educational, Cultural and Scientific Organization (ALECSO), didirikan sebagai salah satu lembaga khusus di bawah Liga Arab. Berdasarkan keputusan Sekjen Liga Arab pada 10 September 1970, posisi struktural IRSA kemudian diletakkan di bawah naungan ALECSO bersama beberapa lembaga kebudayaan yang ada di Liga Arab. IRSA sendiri resmi diterima menjadi anggota Ikatan Universitas Arab pada tahun 1994. 


Visi


Visi IRSA dapat difokuskan pada tiga visi utama:


Mencetak generasi akademis dalam spesialisasi studi Arab dengan sepuluh konsentrasi ilmu-ilmu sosial, yakni: Geografi, Sejarah, Politik, Ekonomi, Sosiologi, Hukum, Bahasa dan Sastra, Jurnalistik, Pendidikan dan Filologi. Proses pendidikan berpedoman pada metode gabungan antara penggodokan ilmiah yang ketat dan orientasi nasionalis, dua hal yang diharapkan dapat memperbesar peluang kerja dan meningkatkan daya saing para alumni IRSA di lembaga-lembaga baik akademis maupun non-akademis terkait di Timur Tengah.


Melakukan riset ilmiah terhadap isu-isu penting yang berhubungan dengan jurusan-jurusan yang ada di IRSA guna menyediakan bank data lengkap terkait isu-isu tersebut, memberikan analisis objektif, memperhitungkan kelangsungan isu-isu tersebut di masa depan dan mengusulkan berbagai alternatif untuk mengatasi isu-isu tersebut. Hasil riset tersebut akan dipublikasikan seluas mungkin, baik melalui seminar ilmiah atau dengan mencetak hasil penelitian dalam bentuk buku.   


Berperan aktif dalam mempererat hubungan budaya Arab dengan budaya lainnya dengan membuka kesempatan belajar di IARS bagi para mahasiswa non-Arab yang menguasai bahasa Arab.



Rektor institut ini adalah Prof. Dr. Ahmad Yusuf Ahmad Muhammad yang menjabat sejak 1 September 1993 hingga saat ini. 


B. Daftar program studi

No
Program studi
Ketua Jurusan
1
Studi dan Riset Ekonomi
Prof. Dr. Abdul Hadi Suwaify
2
Studi dan Riset Ilmu Sosial
Prof. Dr. Tsarwat Ishaq
3
Studi dan Riset Ilmu Politik
Prof. Dr. Niven Abdul Mun’im
4
Studi dan Riset Geografi
Prof. Dr. Subhi Abdul Hakim
5
Studi dan Riset Sejarah
Prof. Dr. Ra’uf ‘Abbas Hamid
6
Studi dan Riset Ilmu Hukum
Prof. Dr. Yahya Al-Gamal
7
Studi dan Riset Ilmu Bahasa dan Sastra
Prof. Dr. Salah Fadhel
8
Studi dan Riset Jurnalisme
Prof. Dr. Mona Al-Hadidy
9
Studi dan Riset Ilmu Pendidikan
Prof. Dr. Hamid ‘Ammar
10
Studi dan Riset Ilmu Manuskrip/ Filologi
-

C. Jenjang Akademis dan syarat pendaftaran



1. Diploma


Calon mahasiswa peserta program Diploma sudah lulus S-1 dari universitas anggota Persatuan Universitas Arab (PUA). Bila ijazah diperoleh dari selain kampus anggota (PUA) maka statusnya harus diakui di negara asalnya. 


Bila ingin melanjutkan ke jenjang Master dan Doktoral (setelah Diploma) maka calon mahasiswa harus mendaftar di jurusan yang linear sesuai jurusannya sewaktu S-1. Namun bila calon mahasiswa hanya ingin menempuh program diploma tanpa Master, maka ia diperkenankan mengambil jurusan berbeda dari spesialisasi awalnya. 


Nilai akumulatif S-1 calon mahasiswa harus berpredikat “Jayyid” atau “Baik” untuk 9 jurusan yang ada, sementara untuk jurusan Filologi, predikat “Cukup” atau “Maqbul” sudah bisa diterima dengan syarat mahasiswa yang bersangkutan mampu memperoleh predikat “Baik Sekali” atau “Jayyid Jiddan” di program Diploma. 


Mampu berbahasa Arab aktif (baca dan tulis) untuk mahasiswa asing.


Program Diploma ditempuh dalam 4 semester (2 tahun). Mahasiswa tidak diharuskan mengambil mata kuliah yang sudah pernah ia pelajari di jenjang kuliah pascasarjana (jika ada).


Para mahasiswa boleh memilih sistem perkuliahan “intizham” (masuk kuliah dan tatap muka) atau “intisab” (tanpa kuliah, hanya bimbingan dan ujian). Biaya sistem intisab lebih mahal daripada intizham. 


Calon mahasiswa mengajukan berkas-berkas asli atau berkas yang sudah dilegalisasi untuk pendaftaran final. Untuk pendaftaran awal, calon mahasiswa boleh menyerahkan fotokopi dari berkas yang diminta.


Biaya perkuliahan dibayar penuh bagi peserta program intizham dan intisab guna melengkapi proses registrasi final dan untuk memperoleh kartu mahasiswa serta diktat kuliah.



Berkas-berkas yang harus diserahkan:


Ijazah S1

Ijazah Diploma pascasarjana, bila ada

Akte kelahiran atau kartu identitas resmi atau paspor

Foto 3 lembar

Proses registrasi awal dibuka sepanjang tahun ajaran, sementara registrasi final hanya dibuka sejak awal September hingga Oktober. 


*IRSA menerima mahasiswa non-Arab dalam jumlah terbatas, dengan syarat para calon mahasiswa sudah menyelesaikan program S-1 di universitas yang diakui.



2. Magister


Mahasiswa lulusan S-1 IRSA dapat melanjutkan ke program Magister dengan syarat mahasiswa yang bersangkutan memperoleh nilai akumulatif berpredikat minimal “Jayyid”. 


Mahasiswa calon peserta program Magister tidak dibenarkan mendaftar di jurusan yang berbeda dengan jurusannya saat S-1 dan Diploma.


Penulisan tesis diselesaikan minimal dalam waktu satu tahun, dan maksimal tiga tahun. Waktu penulisan kemudian boleh ditambah satu tahun lagi bila dinilai perlu oleh pembimbing.



Berkas-berkas yang harus diserahkan oleh para calon mahasiswa yang bukan alumni IRSA:


Ijazah S-1

Ijazah Diploma pascasarjana, bila ada.

Akte Kelahiran atau kartu identitas resmi atau paspor

3 lembar foto



3. Doktoral


Lulusan Magister IRSA diperbolehkan melanjutkan ke jenjang S-3 dengan syarat yang bersangkutan lulus S-2 dengan nilai minimal “Jayyid”.


Tidak diperkenankan mengambil program S-3 di jurusan yang tidak sama dengan jurusan mahasiswa sewaktu S-2.


Batas waktu minimal penulisan disertasi adalah 2 tahun, dan batas maksimal 5 tahun. Bila pembimbing menilai perlu, waktu penulisan bisa diperpanjang setahun lagi. 


Mahasiswa lulusan universitas non-Arab baik dari Timur dan Barat diperkenankan mendaftar di program S-3 IRSA dengan syarat ijazahnya diakui oleh Majelis Tinggi Universitas Mesir. IRSA berhak memberikan beban materi kuliah tambahan kepada calon mahasiswa S-3 bila dianggap perlu. 



Berkas-berkas yang harus diserahkan calon mahasiswa program Doktoral yang bukan alumni IRSA:


Ijazah S-1

Ijazah Diploma pascasarjana, bila ada

Ijazah S-2

Akte Kelahiran atau kartu identitas resmi atau paspor

3 lembar foto



D. Staf Pengajar

Berikut nama-nama dosen yang mengajar di IRSA:

1. Prof. Dr. Ismail Ahmad
26. Prof. Dr. Said Bariri
51. Prof. Dr. Fatma Qalini
2. Prof. Dr. Ahmad Hasan Ibrahim
27. Prof. Dr. Suzan Qalini
52. Prof. Dr. Qadri Hifni
3. Prof. Dr. Ahmad Zaky
28. Prof. Dr. Syadiya Qanawi
53. Prof. Dr. Kamal Bisyr
4. Prof. Dr. Ahmad Awadh Bilal
29. Prof. Dr. Subhi Abdul Hakim
54. Prof. Dr. Magi Hilwani
5. Prof. Dr. Ahmad Yusuf Ahmad
30. Prof. Dr. Shalah Rizq
55. Prof. Dr. M. Al-‘Abd
6. Prof. Dr. Asyraf Shalih
31. Prof. Dr. Shalah Amir
56. Prof. Dr. M. Bariri
7. Prof. Dr. Amal Syawir
32. Prof. Dr. Shalah Fadhel
57. Prof. Dr. M. Hasouna
8. Prof. Dr. Anwar Ruslan
33. Prof. Dr. Shalah Fauzi
58. Prof. Dr. M. Sabir Arab
9. Prof. Dr. Etimad ‘Allam
34. Prof. Dr. Ahsim Ad-Dasuki
59. Prof. Dr. M.S. Kharbusy
10. Prof. Dr. Sayyid Hamid
35. Prof. Dr. Athef Al-‘Abd
60. Prof. Dr. M. Al-‘Amam
11. Prof. Dr. Bahir Atlam
36. Prof. Dr. Athef Jaudah
61. Prof. Dr. Mukhtar Bariri
12. Prof. Dr. Tsarwat Ishaq
37. Prof. Dr. A. Khalik Lasyin
62. Prof. Dr. Mona Hadidi
13. Prof. Dr. Gaber Abdul Hamid
38. Prof. Dr. M. A. Rauf Salim
63. Prof. Dr. Nadia Mostafa
14. Prof. Dr. Gaber Awadh
39. Prof. Dr. Abd. Ghani Suudi
64. Prof. Dr. Nabila Ibrahim
15. Prof. Dr. Hamid Ammar
40. Prof. Dr. Abd. Fatah Turki
65. Prof. Dr. Najwa A Hamid
16. Prof. Dr. Husam Al-Ahwani
41. Prof. Dr. Abd. Qadir A. Aziz
66. Prof. Dr. Najwa Kamil
17. Prof. Dr. Hasan Obaid
42. Prof. Dr. Abd Malik Audah
67. Prof. Dr. Niven Mas’ad
18. Prof. Dr. Hasan Emad Mukawi
43. Prof. Dr. Abd. Hadi Suwaify
68. Prof. Dr. Walid Munir
19. Prof. Dr. Hasan Kamal
44. Prof. Dr. Isham Al-Qashabi
69. Prof. Dr. Yahya Al-Gamal
20. Prof. Dr. Rouf Abbas
45. Prof. Dr. Izzuddin Ismail
70. Prof. Dr.  Yusuf Fayed
21. Prof. Dr. Rajiya Qindil
46. Prof. Dr. Ala’ Abu Zaid
71. Prof. Dr. Yusuf Qasim
22. Prof. Dr. Raja’ Abu Allam
47. Prof. Dr. Ali Lailah
72. Prof. Dr. Yunan L. Rizq
23. Prof. Dr. Sami As-Sayyid
48. Prof. Dr. Alya Syukri
73. Prof. Dr. Hasan Az-Zahir
24. Prof. Dr. Sami Asy-Syarif
49. Prof. Dr. Fuad As-Shaqar

25. Prof. Dr. Sami Khalil
50. Prof. Dr. Farouk Izzuddin



E. Ikatan Alumni

Para alumni IRSA secara resmi mengumumkan berdirinya ikatan alumni IRSA pada bulan Maret tahun 2008 yang lalu.



F. Alamat

Etihad El-Mohameen El-Arab St. no. 1, Garden City, Cairo, 229.
العنوان : 1 ش اتحاد المحامين العرب ( الطلمبات سابقاً ) ، جاردن سيتي ، القاهرة .
ص. ب: 229.
تليفون: 27951648-     27922679 00202
فاكس: 27962543 -00202


                                      

Share:

2 komentar:

  1. mantap info nya bro.. thanks.. tp sptnya ane gk bsa masuk kesini nih.. padahal pengen banget..

    BalasHapus
  2. utk s1 dsna gmna ? kok ana baca gaada yaa ? mohon bantu infonya sir ..

    BalasHapus