Senin, Januari 08, 2018

Informasi Kuliah di Al-Azhar Mesir (FAQ)


Bagaimana caranya agar bisa kuliah di Universitas Al-Azhar Mesir?
Untuk dapat kuliah di Universitas Al-Azhar Mesir, setiap calon mahasiswa wajib mengikuti seleksi yang diadakan oleh Kementrian Agama RI. 

Kapan waktu seleksi masuk ke Universitas Al-Azhar?
Ujian seleksi masuk ke Universitas Al-Azhar yang diselenggarakan oleh Kemenag RI diadakan antara bulan Maret, April atau Mei setiap tahunnya. Tanggal pastinya akan diumumkan di situs resmi: diktis.kemenag.go.id dan waag-azhar.or.id 

Untuk tahun 2018, pendaftaran dibuka mulai 1 Mei sampai 10 Mei. Ujian seleksi diadakan tanggal 12 Mei. Pengumuman hasil seleksi pada 1 Juli 2018. 

Adakah jadwal pastinya?

Sampai saat ini tidak ada jadwal pasti, tetapi setiap tahunnya diadakan di antara ketiga bulan tersebut (Maret, April dan Mei). 

Ujian seleksi tersebut untuk beasiswa atau non-beasiswa?
Seleksi tersebut untuk program beasiswa dan non-beasiswa. Biasanya juga berbarengan dengan seleksi beasiswa ke Maroko, Sudan dan Lebanon. 

Bisakah memilih jurusan umum seperti kedokteran atau farmasi?

Tidak. Ujian seleksi ini hanya untuk jurusan keagamaan yg kuliahnya gratis. Jurusan umum adalah jurusan berbayar.

Adakah beasiswa kuliah di Al-Azhar?
Ada. Setiap tahunnya pemerintah Mesir menyediakan 20 kuota beasiswa. Jumlah kuota ini bisa berubah setiap tahunnya tergantung kebijakan Al-Azhar.

Bagaimana caranya memperoleh beasiswa tersebut?
Beasiswa tersebut dapat diraih hanya dengan satu cara: yakni mengikuti seleksi yang diadakan oleh Kementrian Agama RI bersamaan dengan seleksi non-beasiswa. 

Apakah ada beasiswa jalur tahfiz?

Tidak ada. Tetapi semakin banyak hafalan, semakin besar peluang. 

Beasiswa ini mencakup apa saja?

Tempat tinggal (asrama Al-Azhar), makan 2x sehari dan uang saku sekitar Rp300.000.  
 
Materi apa saja yang ditanyakan dalam ujian seleksi beasiswa dan non-beasiswa?
Silakan unduh contoh pada tahun-tahun sebelumnya di sini

Di mana tempat ujian masuk Al-Azhar?
Biasanya di kampus-kampus berikut:
UIN Jakarta, UIN Bandung, UIN Jogja, UIN Surabaya, UIN Malang, UIN Semarang, UIN Makassar, UIN Sumatera Utara, UIN Antasari Banjarmasin, UIN Ar-Raniry, UIN Riau, UIN Raden Fatah Palembang. 
Kampus-kampus yang ditunjuk sebagai tempat penyelenggara ujian dapat berubah setiap tahunnya sesuai kebijakan Kementrian Agama. 

Apakah ada syarat hafalan Alquran? Berapa juz?
Ada. Setiap calon mahasiswa harus hafal minimal 2 juz, dimulai dari Al-Baqarah, bukan dari juz 30. 

Berapa usia maksimal ijazah?
Dua tahun.

Apakah ijazah SMA diterima?
Ya. Camaba boleh mendaftar seleksi dengan ijazah SMA atau MA. 

Jurusan apa saja yang ada di Al-Azhar?
Universitas Al-Azhar Mesir memiliki jurusan keagamaan dan jurusan umum. Seleksi ini hanya untuk fakultas/jurusan keagamaan, yakni:
Bahasa Arab, Syari'ah, Ushuluddin (Tafsir, Hadis, Akidah-Filsafat), Dakwah, dan Dirasat Islamiyyah. 

Bagaimana bila saya ingin kuliah di fakultas/jurusan umum?

Silakan langsung bertanya kepada Kedutaan Besar Mesir di Jakarta.

Berapa lama masa studi S1 di Universitas Al-Azhar?
Saat ini masa studi di Al-Azhar adalah 4 tahun, ditambah satu tahun kelas persiapan bahasa, kecuali untuk Fakultas Syari'ah wal Qanun yang masa studinya memang 5 tahun. 

Wajibkah mengikuti kelas persiapan bahasa?
Ya. Wajib. Setiap calon mahasiswa Al-Azhar wajib mengikuti kelas persiapan bahasa setibanya di Mesir. Tanpa melalui kelas persiapan bahasa ini, calon mahasiswa tidak bisa masuk kuliah di Universitas Al-Azhar.

Berapa lama masa studi di kelas persiapan bahasa?
Tergantung kemampuan dan penguasaan bahasa masing-masing. Tetapi setiap tahunnya hanya sedikit mahasiswa Indonesia yang bisa langsung kuliah. Mayoritas mahasiswa harus kursus di kelas bahasa beberapa bulan, namun karena waktu kursus yang berbarengan dengan awal tahun ajaran, rata-rata calon mahasiswa harus menunggu selama satu tahun ajaran untuk bisa mulai kuliah. 

Siapa yang mengadakan kelas bahasa?
Pusat Pengajaran Bahasa Arab Syekh Zayed yang berlokasi di dalam kampus Universitas Al-Azhar. 

Berapa biaya kelas persiapan bahasa tersebut?
660 Pound Mesir per bulan (sekitar Rp 501.000).

Berapa biaya hidup mahasiswa di Mesir?

Biaya hidup standar mahasiswa Indonesia di Mesir sangat ditentukan oleh gaya hidup. Rp1.500.000,- saya kira cukup (sudah termasuk patungan sewa rumah, makan, jajan dan transportasi). 

Bagaimana orang tua mahasiswa mengirim duit bulanan?
Ada dua opsi:
Pertama, menggunakan ATM. Orang tua transfer ke rekening, mahasiswa melakukan tarik tunai di ATM Mesir. Semua ATM yang berlogo Mastercard, Maestro, Cirrus, Visa, Visa plus, bisa digunakan untuk tarik tunai di Mesir. Mata uang yang diambil di ATM adalah Pound Mesir. 1 Pound Mesir (EGP 1) setara dengan kira-kira Rp 750. Setiap transaksi tarik tunai menggunakan jaringan berlogo di atas dikenakan biaya Rp 20.000 - Rp 30.000 per transaksi.
Bank yang direkomendasikan adalah BNI, Mandiri dan BCA. 

Kedua, melalui jasa transfer uang milik warga Indonesia di Mesir.  

Berapa biaya kuliah di Universitas Al-Azhar untuk non-beasiswa?

Pada dasarnya kuliah di semua jurusan keagamaan itu gratis. Mahasiswa hanya dibebani biaya daftar ulang, pembuatan kartu mahasiswa dan biaya diktat kuliah. Semua biaya kebutuh tersebut jika dirupiahkan menjadi sekitar Rp 500.000 (maksimal) per tahun. Ya, per tahun. 

Adakah beasiswa on-going?
Ya, mahasiswa yang sudah lulus tahun pertama kuliah (naik ke tingkat dua) dengan nilai minimal Jayyid, ia dapat mengajukan beasiswa ke beberapa lembaga pemberi beasiswa seperti Bait Zakat Kuwait dan Al-Majlis Al-A'la.

Punya pertanyaan lain? Coba lihat-lihat dulu situs resmi Camaba Al-Azhar di:
maba.waag-azhar.or.id 
Bila yang kamu cari belum ada di sana, silakan kirim pertanyaan melalui Whatsapp atau Line ke: 0822 6009 9292 (Kontak person Organisasi Internasional Alumni Al-Azhar cabang Indonesia).

Share:

2 komentar:

  1. apakah ada persiapan bahasa yang di lakukan sebelum keberangkatan kuliah dan saya mengunduh contoh soal seleksi nya harus memasukan password

    BalasHapus
  2. Aku pngen bnget kuliah di al azhar kairo.. tpi aku lulusan smk dan gk pernah pesantren .. bsa gak ??

    BalasHapus